riza Adisurya

Catatan kecil seorang manusia yang juga kecil artinya di dunia ini

Archive for March, 2007

Religiku

Posted by rizaksp on 22 - March - 2007

allah.jpg

Berpuluh tahun aku mencari Tuhanku

Sejak kecil ingin ku mengenal Tuhanku

ku bertanya seperti apakah Tuhan itu ?

aku pernah merasa sebagai kejawen, Budhist, Katolik, MasyaAllah maafkan aku ya Allah.

dulu aku merasa bangga bisa melihat mahlukMu yang kasat mata, ternyata salah Ya Allah, itu semua caraMu untuk mengingatkanku bahwasanya Kaulah yang Maha Ghoib Ya Allah.

Alhamdulillah sekarang aku bisa menikmati adzan Ya Allah, aku bisa menikmati Qosidah, aku bisa menikmati Istiqosah.

Tetapkanlah aku dalam rahmatMu Ya Allah

Amin Ya Robballamin

Posted in Religi | 1 Comment »

Bodohnya aku……………

Posted by rizaksp on 19 - March - 2007

Kemarin sore aku hendak ke Ponpes Hasbunallah di Lawang, hujan rintik, aku tidak terima dengan kondisi alam ini, aku ingin langit terang benderang mengiringi keberangkatanku ke Lawang.

Ku baca Shalawat dan Al Fatihah dan berharap Allah mengabulkan doaku agar Allah membuat langit tidak hujan lagi, dan Alhamdulliah, 5 menit kemudian langit terang, dan kukeluarkan Suzuki Smashku, tapi Allah berkehendak lain ternyata langit kembali gelap dan hujan rintik turun lagi, aku tidak terima, aku menagih janjiNya Allah. Kubaca lagi Shalawat dan Al Fatihah, agak lama 10 menit Allah mengabulkan doaku, langitpun terang kembali, dan kupacu sepeda motorku menuju Lawang, tapi…………………..

MasyaAllah, aku bodoh dan naif Ya Allah, Kau ternyata mempunyai rencana yang lain.
MasyaAllah……. pertigaan Arjosari macet total karena hujan telah reda, coba tadi aku ikhlas dengan hujanMu, coba tadi aku mau menggunakan jas hujan, tentu aku tidak 15 menit terjepit diantara bis dan mobil – mobil.

Istigfarpun terucap dari bibirku, aku tidak memahami bahasaMu, maafkan hambaMu yang bodoh dan sok tahu ini Ya Allah.

Posted in Religi | Leave a Comment »

Saat merenung………..

Posted by rizaksp on 19 - March - 2007

Kala malam telah menjelang, tengah malam pun menghampiri
aku merenung apa kesalahanku kepada sekelilingku, kepada manusia, kepada hewan, kepada tanaman, kepada bumi, kepada langit, kepada Allah. bukan Allah yang terakhir tapi semua kesalahan selalu selalu berakhir kepada Allah,
aku salah kepada alam = aku salah kepada Allah
aku salah kepada teman = aku salah kepada Allah

Kemarin aku dengan gagah berani berdoa: ” Ya Allah, hukumlah aku sekarang atas semua kesalahanku hari ini daripada Kau timpakan di Akhiratku

MasyaAllah, aku enggak kuat Ya Allah, karena aku berdebat dengan papa dan aku merasa paling benar karena lebih tahu tentang AlQuran dan Hadits ternyata aku salah, aku telah mempermalukan orangtuaku yang seharusnya harus aku hormati di depan adik-adik dan mama MasyaAllah Ga kuat Ya Gustii…………… dadaku sesak, badanku panas Ya Allah, Maafkan hambamu yang telah naif dan bodoh ini Ya Allah.

Maafkan aku terlalu sombong padaMu, aku terlupa dengan Ar Rahman Ar RahiimMu Ya Allah, aku terlalu sombong, kenapa aku tidak perbanyak Istigfar memohon maafMu yang sebesar alam semesta ini?

MasyaAllah begitu naifnya hambaMu ini yang selalu ingin selalu berjalan di ridhoMu.

Maafkan aku ya Pa, anakmu ini baru belajar menjadi baik, ingin menjadi anak yang sholeh dan berbakti pada orang tua.

Semilyard kesalahanku pada orangtua dan kalian selalu ada maaf padaku, tapi kenapa karena aku lebih tahu dahulu tentang hadits dan AlQuran kemarin sore tetapi sudah berbicara seperti seorang ustadz ? sekali lagi maafkan anakmu ini, sejuta Al Fatihah buat kalian tidak dapat menghapus kesalahanku. maafkan anakmu yang telah durhaka pada kalian.
Semoga kalian masih ada secuil maaf lagi buatku, sekali lagi maafkan aku Papa & Mama tercinta.

Posted in Religi | Leave a Comment »

Menikmati Kebosanan

Posted by rizaksp on 16 - March - 2007

Menikmati Kebosanan

ANDA SEDANG mengalami kebosanan, jenuh dan “bete” karenanya? Ini sebuah cerita ringan tentang kebosanan. Seorang tua yang bijak ditanya oleh tamunya.

Tamu :”Sebenarnya apa itu perasaan ‘bosan’, pak tua?”

Pak Tua :”Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan,mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu.”

Tamu :”Kenapa kita merasa bosan?”

Pak Tua :”Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki.”

Tamu :”Bagaimana menghilangkan kebosanan?”

Pak Tua :”Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya.”

Tamu :”Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?”

Pak Tua:”Bertanyalah pada dirimu sendiri: mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?”

Tamu :”Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak Tua.”

Pak Tua :”Benar sekali, anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang.”

Tamu: “Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas?”

Pak Tua :”Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu. Kalau biasanya menulis sambil duduk, cobalah menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan kanan, cobalah dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan seterusnya.”

Lalu Tamu itu pun pergi.

Beberapa hari kemudian Tamu itu mengunjungi Pak Tua lagi.

Tamu :”Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga?”

Pak Tua :”Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan.”

Tamu :”Contohnya?”

Pak Tua :”Mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecil dulu.”

Lalu Tamu itu pun pergi.

Beberapa minggu kemudian, Tamu itu datang lagi ke rumah Pak Tua.

Tamu :”Pak tua, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu senggang saya bermain sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan keajaiban pun terjadi. Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya melakukan hal-hal yang dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak Tua?”

Sambil tersenyum Pak Tua berkata: “Karena segala sesuatu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri, anakku. Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang kebosanan. Saya menyuruhmu bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria.Sekarang kamu tidak merasa bosan lagi karena pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan. Segala sesuatu berasal dari pikiran. Berpikir bosan menyebabkan kau bosan. Berpikir ceria menjadikan kamu ceria.”

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)

Jadi apa salah saya menikmati hidup ini dengan kekanak-kanakan?

Aku ingin dekat KEKASIHku karena KEKASIHku itu pemaaf, tidak pendendam, suka memberi, mudah iba. aku ingin dekat KEKASIHku dan belajar apa yang KEKASIHku perbuat.

Aku ingin mudah melupakan kesalahan orang lain, mengganggap orang lain selalu berniat baik padaku, mecintai orang lain lebih daripada mencintai diriku sendiri, memberi kepada orang lain sehingga lupa akan kebutuhanku sendiri.

Apa salah aku hanya berfikir secara anak kecil yang tidak punya prasangka pada manusia lain?

Posted in Religi | Leave a Comment »

Tiada Tuhan selain Allah

Posted by rizaksp on 12 - March - 2007

Apakah sudah benar dalam hatiku ya Allah, LAA ILAAHA ILLALLAH selalu terucap dalam sholat ku, tapi sudah benarkah ya Allah

Ketika aku masih berpikir bahwa Komputer dan Internet dapat membuat aQ bahagia, bukankah aku telah lupa LAA ILAAHA ILLALLAH……………..

Ketika hatiku tidak ikhlas saat Engkau memberi rizki sedikit padahal aku selalu meminta rizki yang barakah bukankah aku lupa LAA ILAAHA ILLALLAH

Ketika aku berpikir bahwa pernikahanku dengan “dia” akan membuat aku bahagia bukankah aku lupa LAA ILAAHA ILLALLAH

Ketika aku marah karena gajiku terlalu kecil dan tidak cukup untuk membeli secangkir kopi ekspresso di Pitstop, bukankah aku lupa LAA ILAAHA ILLALLAH

Ketika aku malas mengajar karena merasa gajiku tidak sepadan dengan kemampuanku bukankah aku lupa dangan LAA ILAAHA ILLALLAH

Ketika aku melihat gadget atau asesories mobil dan berpikir bahwa akan membuat aku senang apabila memilikinya bukankah aku lupa LAA ILAAHA ILLALLAH

Ketika aku dekat dengan “dia” bukankah aku lupa akan LAA ILAAHA ILLALLAH

Ketika aku jengkel dengan teman kerja karena dia tidak bisa menghargai aku bukankah aku lupa dengan LAA ILAAHA ILLALLAH

Masih, masih banyak hal lagi yang membuat aku lupa makna LAA ILAAHA ILLALLAH

Ya Allah, bersihkan hatiku dari penyakit hati, jauhkan aku dari kenikmatan dunia yang hanya maya, semu dan menipu, aku hanya ingin selalu dekat denganMu Ya Allah.

Ya Allah, jagalah semua yang aku sayangi, berikan mereka hal-hal terbaik Ya Allah…………………

Ya Allah, Terangkan hati manusia yang membenciku, jelaskan pada mereka bahwa aku cuman manusia yang ingin belajar menjadi benar.

Amien Ya Robballamin………….

Posted in Uncategorized | 2 Comments »