riza Adisurya

Catatan kecil seorang manusia yang juga kecil artinya di dunia ini

N356.. Akhirnya….

Posted by rizaksp on 12 - June - 2007

Akhirnya aQ dapat N356 by SAMSOENG, dapet dari Mas Budi, hape kondisinya dah MATOT alias mati Total, trus kemarin gara-gara sok yakin dan nyakinin orang pondokan kalo aku bisa UNLOCK Read the rest of this entry »

Posted in Uncategorized | 8 Comments »

Kapan Married lageee … ?

Posted by rizaksp on 31 - May - 2007

Pertanyaan yang susah dijawab, paling aku cuman bisa jawab “May deh…” Maybe Yes Maybe No… Read the rest of this entry »

Posted in Religi | 4 Comments »

Hubungi Allah melalui HP anda…

Posted by rizaksp on 16 - May - 2007

Anda merasa sudah berdoa tapi tidak pernah ada jawaban ….. ?

Read the rest of this entry »

Posted in Uncategorized | 4 Comments »

Posted by rizaksp on 6 - May - 2007

Posted in Uncategorized | 2 Comments »

Ikhlas dan Sabar

Posted by rizaksp on 21 - April - 2007

Setahun yang lalu mungkin kata Ikhlas dan Sabar adalah kata tanpa arti, Read the rest of this entry »

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Ngejomblo itu nikmat, jenderal!

Posted by rizaksp on 12 - April - 2007

he he he he jadi inget kalo aku tuh jomloo….
abis baca di dudung.net

Apa bener aku nikmati jomloQ ? Read the rest of this entry »

Posted in Religi | 1 Comment »

Religiku

Posted by rizaksp on 22 - March - 2007

allah.jpg

Berpuluh tahun aku mencari Tuhanku

Sejak kecil ingin ku mengenal Tuhanku

ku bertanya seperti apakah Tuhan itu ?

aku pernah merasa sebagai kejawen, Budhist, Katolik, MasyaAllah maafkan aku ya Allah.

dulu aku merasa bangga bisa melihat mahlukMu yang kasat mata, ternyata salah Ya Allah, itu semua caraMu untuk mengingatkanku bahwasanya Kaulah yang Maha Ghoib Ya Allah.

Alhamdulillah sekarang aku bisa menikmati adzan Ya Allah, aku bisa menikmati Qosidah, aku bisa menikmati Istiqosah.

Tetapkanlah aku dalam rahmatMu Ya Allah

Amin Ya Robballamin

Posted in Religi | 1 Comment »

Bodohnya aku……………

Posted by rizaksp on 19 - March - 2007

Kemarin sore aku hendak ke Ponpes Hasbunallah di Lawang, hujan rintik, aku tidak terima dengan kondisi alam ini, aku ingin langit terang benderang mengiringi keberangkatanku ke Lawang.

Ku baca Shalawat dan Al Fatihah dan berharap Allah mengabulkan doaku agar Allah membuat langit tidak hujan lagi, dan Alhamdulliah, 5 menit kemudian langit terang, dan kukeluarkan Suzuki Smashku, tapi Allah berkehendak lain ternyata langit kembali gelap dan hujan rintik turun lagi, aku tidak terima, aku menagih janjiNya Allah. Kubaca lagi Shalawat dan Al Fatihah, agak lama 10 menit Allah mengabulkan doaku, langitpun terang kembali, dan kupacu sepeda motorku menuju Lawang, tapi…………………..

MasyaAllah, aku bodoh dan naif Ya Allah, Kau ternyata mempunyai rencana yang lain.
MasyaAllah……. pertigaan Arjosari macet total karena hujan telah reda, coba tadi aku ikhlas dengan hujanMu, coba tadi aku mau menggunakan jas hujan, tentu aku tidak 15 menit terjepit diantara bis dan mobil – mobil.

Istigfarpun terucap dari bibirku, aku tidak memahami bahasaMu, maafkan hambaMu yang bodoh dan sok tahu ini Ya Allah.

Posted in Religi | Leave a Comment »

Saat merenung………..

Posted by rizaksp on 19 - March - 2007

Kala malam telah menjelang, tengah malam pun menghampiri
aku merenung apa kesalahanku kepada sekelilingku, kepada manusia, kepada hewan, kepada tanaman, kepada bumi, kepada langit, kepada Allah. bukan Allah yang terakhir tapi semua kesalahan selalu selalu berakhir kepada Allah,
aku salah kepada alam = aku salah kepada Allah
aku salah kepada teman = aku salah kepada Allah

Kemarin aku dengan gagah berani berdoa: ” Ya Allah, hukumlah aku sekarang atas semua kesalahanku hari ini daripada Kau timpakan di Akhiratku

MasyaAllah, aku enggak kuat Ya Allah, karena aku berdebat dengan papa dan aku merasa paling benar karena lebih tahu tentang AlQuran dan Hadits ternyata aku salah, aku telah mempermalukan orangtuaku yang seharusnya harus aku hormati di depan adik-adik dan mama MasyaAllah Ga kuat Ya Gustii…………… dadaku sesak, badanku panas Ya Allah, Maafkan hambamu yang telah naif dan bodoh ini Ya Allah.

Maafkan aku terlalu sombong padaMu, aku terlupa dengan Ar Rahman Ar RahiimMu Ya Allah, aku terlalu sombong, kenapa aku tidak perbanyak Istigfar memohon maafMu yang sebesar alam semesta ini?

MasyaAllah begitu naifnya hambaMu ini yang selalu ingin selalu berjalan di ridhoMu.

Maafkan aku ya Pa, anakmu ini baru belajar menjadi baik, ingin menjadi anak yang sholeh dan berbakti pada orang tua.

Semilyard kesalahanku pada orangtua dan kalian selalu ada maaf padaku, tapi kenapa karena aku lebih tahu dahulu tentang hadits dan AlQuran kemarin sore tetapi sudah berbicara seperti seorang ustadz ? sekali lagi maafkan anakmu ini, sejuta Al Fatihah buat kalian tidak dapat menghapus kesalahanku. maafkan anakmu yang telah durhaka pada kalian.
Semoga kalian masih ada secuil maaf lagi buatku, sekali lagi maafkan aku Papa & Mama tercinta.

Posted in Religi | Leave a Comment »

Menikmati Kebosanan

Posted by rizaksp on 16 - March - 2007

Menikmati Kebosanan

ANDA SEDANG mengalami kebosanan, jenuh dan “bete” karenanya? Ini sebuah cerita ringan tentang kebosanan. Seorang tua yang bijak ditanya oleh tamunya.

Tamu :”Sebenarnya apa itu perasaan ‘bosan’, pak tua?”

Pak Tua :”Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan,mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu.”

Tamu :”Kenapa kita merasa bosan?”

Pak Tua :”Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki.”

Tamu :”Bagaimana menghilangkan kebosanan?”

Pak Tua :”Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya.”

Tamu :”Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?”

Pak Tua:”Bertanyalah pada dirimu sendiri: mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?”

Tamu :”Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak Tua.”

Pak Tua :”Benar sekali, anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang.”

Tamu: “Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas?”

Pak Tua :”Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu. Kalau biasanya menulis sambil duduk, cobalah menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan kanan, cobalah dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan seterusnya.”

Lalu Tamu itu pun pergi.

Beberapa hari kemudian Tamu itu mengunjungi Pak Tua lagi.

Tamu :”Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga?”

Pak Tua :”Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan.”

Tamu :”Contohnya?”

Pak Tua :”Mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecil dulu.”

Lalu Tamu itu pun pergi.

Beberapa minggu kemudian, Tamu itu datang lagi ke rumah Pak Tua.

Tamu :”Pak tua, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu senggang saya bermain sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan keajaiban pun terjadi. Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya melakukan hal-hal yang dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak Tua?”

Sambil tersenyum Pak Tua berkata: “Karena segala sesuatu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri, anakku. Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang kebosanan. Saya menyuruhmu bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria.Sekarang kamu tidak merasa bosan lagi karena pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan. Segala sesuatu berasal dari pikiran. Berpikir bosan menyebabkan kau bosan. Berpikir ceria menjadikan kamu ceria.”

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)

Jadi apa salah saya menikmati hidup ini dengan kekanak-kanakan?

Aku ingin dekat KEKASIHku karena KEKASIHku itu pemaaf, tidak pendendam, suka memberi, mudah iba. aku ingin dekat KEKASIHku dan belajar apa yang KEKASIHku perbuat.

Aku ingin mudah melupakan kesalahan orang lain, mengganggap orang lain selalu berniat baik padaku, mecintai orang lain lebih daripada mencintai diriku sendiri, memberi kepada orang lain sehingga lupa akan kebutuhanku sendiri.

Apa salah aku hanya berfikir secara anak kecil yang tidak punya prasangka pada manusia lain?

Posted in Religi | Leave a Comment »